DNK TV

Muda, Kreatif, Produktif

Kolaborasi Jurnalistik dan Komunikasi dan Penyiaran Islam Kupas Strategi Bisnis Media di Era Digital

Jajaran dekanat Fdikom, narasumber, dosen, dan mahasiswa berfoto bersama usai kuliah umum “Bisnis Media di Era Digital” (DNK TV/Azka Prathama)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menggelar kuliah umum bertajuk “Bisnis Media di Era Digital: Strategi Bisnis dan Realitas Fenomenologis” Senin (14/10) di Ruang Teater Lantai 2 Fdikom, UIN Jakarta. Acara yang merupakan kolaborasi antara Program Studi Jurnalistik dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa.

Kuliah umum ini menghadirkan dua perspektif utama, yakni strategi bisnis media digital dan pengalaman fenomenologis para pelakunya. Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Engkus Kuswarno, mengajak peserta memahami makna perubahan media melalui pendekatan fenomenologi. Sementara itu, CEO Indozone Media Indonesia, Riel Tasmaya, berbagi pengalaman membangun Indozone di tengah persaingan digital. Ia menegaskan bahwa keberhasilan media tidak hanya diukur dari klik atau trafik, tetapi dari nilai, relevansi, dan kepercayaan audiens.

Topik yang dibahas meliputi algoritma platform, model bisnis berbasis data, etika jurnalisme digital, serta tantangan dan peluang karir di industri media digital. Para peserta juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan pembicara. Topik ini, menurut panitia, dipilih agar mahasiswa dapat memahami bagaimana teori akademik diterapkan dalam praktik industri.

Sejumlah mahasiswa menilai kuliah umum ini menarik dan relevan. “Awalnya saya kira ini cuma kuliah umum biasa, yang membosankan dan isinya hanya presentasi seperti biasanya. Tapi saat saya memutuskan untuk mengikuti dari awal hingga akhir, insight saya langsung terbuka. Materinya ternyata sangat relevan dengan topik perkuliahan tentang perkembangan teknologi dan benar-benar nyambung dengan apa yang dibawakan oleh pemateri,” ujar Shakila Jingga saat diwawancarai oleh pihak DNK TV, Selasa (14/10).

Kaprodi KPI, Yopi Kusmiati, juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa memahami kompetensi yang perlu disiapkan sejak kuliah untuk menghadapi dunia industri media. “Nah, kalau tadi sudah disampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan melalui industri media, artinya mahasiswa yang memiliki passion di bidang ini sudah tahu apa yang perlu mereka persiapkan dan tingkatkan terkait kompetensi untuk menghadapi dunia industri media,” ujar Yopi Kusmiati saat diwawancarai oleh pihak DNK TV, Selasa (14/10).

Dengan menghadirkan kombinasi akademisi dan praktisi, Fdikom menegaskan perannya sebagai penghubung antara dunia kampus dan industri komunikasi. Program Studi Jurnalistik menekankan pengembangan jurnalisme etis dan berbasis digital, sedangkan Program Studi KPI menyiapkan komunikator yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam melalui media modern.

“Jadi kita nggak harus jago semua hal. Belajar editing, wawancara, dan menulis itu skill umum. Tapi seperti yang disebut Pak Riel tadi, kita harus punya persona, identitas khas yang membedakan dari mahasiswa jurnalistik lain. Temukan passion mu sebagai jalan karir mu. Tulis, ulik, dan kembangkan dalam karya yang menarik. Terserah platform-nya apa, tapi kontennya harus mencerminkan pesonamu,” tutur Kepala Program Studi Jurnalistik, Bintan Humeira. 

Reporter; Nasya Nursya’bana Ali

Juru Kamera;  Azka Prathama Ramadhan

Asisten Koordinator Liputan; Ayu Fauziah 

Redaktur; Wulan Ramadhina, Erlina Ayu Lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *