
Dalam rangka memperingati International Volunteer Day (IVD) 2025, Lembaga Social Trust Fund (STF) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta menyelenggarakan seminar Self Improvement bertemakan “Kiat Membuat Goals Setting Akademik dan Non Akademik” di Ruang Teater Lantai 3 Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan (FITK), Jumat (5/12).
Seminar kali ini menjadi salah satu agenda utama STF untuk mendorong pengembangan diri para calon volunteer untuk “Grow To Empower, Empower to Care” yakni meningkatkan kemampuan dan pemahaman kepada calon volunteer sebelum mereka terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan pembekalan yang tepat, STF berharap peserta mampu menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama.
Maolidah, pemateri sekaligus Dosen Psikologi FITK UIN Jakarta, menjelaskan mengenai langkah dalam menentukan target yang ingin dicapai dalam aspek akademik dan nonakademik. Ia menekankan pentingnya mengenali diri sendiri, menyusun tujuan yang spesifik namun tetap relevan, dapat dicapai serta memiliki batas waktu yang jelas agar perkembangan diri lebih terukur.
Seminar ini dibuka untuk umum, namun penerima beasiswa ataupun panitia Volunteer dari STF juga turut andil dalam mengikuti seminar ini. “Yang kita harap, khususnya bagi panitia volunteer STF, mereka bisa meningkatkan pengetahuan terkait self-improvement. Dari pengetahuan itu, mereka bisa menyalurkannya ke orang berikutnya sehingga impact-nya terus mengalir. Anggap saja seminar ini menambahkan bibit-bibit baru untuk volunteer-volunteer itu,” ungkap Ahmad Ghandis Malewa selaku Ketua Panitia.
Dampak positif seminar juga dirasakan peserta. “Aku tuh gampang insecure. Tapi lewat seminar ini aku belajar kalau kita harus percaya dulu sama diri kita. Setelah ini aku mau mulai nunjukin kalau aku bisa tampil di depan orang-orang tanpa pesimis,” Ujar Najwa, mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Ia menambahkan bahwa pesan terpenting yang ia dapatkan adalah keberanian untuk tumbuh menjadi diri sendiri. “Orang-orang di sekitar kita sebenarnya nggak peduli sama kekurangan kita. Jadi kita harus berani berbeda dan mulai menata tujuan hidup kita,” ungkapnya.
Dengan beragam pembekalan yang diberikan, seminar ini diharapkan menjadi langkah awal para volunteer dan mahasiswa untuk menyusun tujuan hidup mereka secara lebih konsisten, terorganisir, dan penuh kesadaran diri. STF menargetkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar nilai kepedulian dan pemberdayaan semakin meluas di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Reporter ; Aidha Elfariani
Juru Kamera; Muhammad Levin Maharizki
Koordinator Liputan; Aisyah Salsabila
Redaktur; Erlina Ayu Lestari, Wulan Ramadhina
Leave a Reply