
Sesi foto bersama jajaran dekanat dengan pengurus baru Pusat Studi Haji dan Umrah usai dilantik, di Ruang Teater Lt. 2, Senin (13/4) (DNK TV/ Jannah Shiva)
Pusat Studi Haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan Studium General dan Pelantikan Pengurus Pusat Studi Haji pada Senin (13/4) di Ruang Teater Lantai 2 Fdikom. Pengurus pusat studi tersebut secara resmi dilantik oleh Dekan Fdikom UIN Jakarta. Kegiatan ini mengangkat tema “Mitigasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tengah Konstelasi Ketidakpastian Global”.
Rangkaian acara meliputi pemaparan kuliah umum yang menghadirkan narasumber untuk membahas strategi mitigasi oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji Republik Indonesia, Puji Raharjo, bersama Dosen Prodi Manajemen Dakwah, Mastanah, dan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus Pusat Studi Haji periode 2026–2028. Materi yang disampaikan kemudian diperdalam melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Sesi pemaparan materi oleh Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji Republik Indonesia, Puji Raharjo, bersama Dosen Prodi Manajemen Dakwah, Hj. Mastanah (DNK TV/ Jannah Shiva)
Ketua Pusat Studi Haji dan Umrah, Amirudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kampus dalam kajian haji. Ia menekankan pentingnya kehadiran kampus dalam menjawab berbagai tantangan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin kompleks.
“Penyelenggaraan Studium General dan pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat peran kampus dalam menghadirkan kajian terkait ibadah haji, mengingat literasi haji di ruang digital masih terbatas dan kajian yang ada belum banyak menjangkau masyarakat luas. Melalui Pusat Studi Haji dan Umrah, kampus diharapkan mampu menjadi wadah riset, literasi, serta diskursus publik yang lebih terbuka dan aplikatif dalam merespons tantangan global yang memengaruhi pelaksanaan haji,” ujar Amirudin.
Amirudin juga menyampaikan harapannya dalam fokus pengembangan Pusat Studi Haji dan Umrah, “Pengembangannya akan difokuskan pada program strategis seperti survei indeks layanan haji tahun 2026, penguatan literasi bagi jamaah muda, lansia, dan disabilitas, serta optimalisasi ruang digital melalui konten edukatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga berpesan agar kampus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya berhenti pada tataran akademik semata. “Kampus tidak boleh berhenti pada kajian teoritis, tetapi harus mampu menghadirkan kontribusi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat serta mendorong sinergi dengan berbagai pihak demi peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia,” tutupnya.
Leave a Reply