DNK TV

Muda, Kreatif, Produktif

Stage Performing Arts UI dan Juzer Band Angkat Isu Biaya Pendidikan Lewat Teater Musikal

Kolaborasi Stage Performing Arts dan Juzzer Band dalam pertunjukan teater musikal Aku, Kau, & Musik di Makara Art Center UI, Kamis (29/10). (DNK TV/Irkham Wildan)

Mahasiswa Stage Performing Arts, Program Studi Produksi Media (Promed) Universitas Indonesia (UI) angkatan 2024 menggelar pertunjukan teater musikal Aku, Kau, & Musik di Makara Art Center UI pada Kamis (29/10). Pertunjukan hasil kolaborasi dengan Juzer Band ini mengusung tema “Harmoni Asa dan Musik”, yang memadukan akting serta live music untuk menyampaikan pesan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh memadamkan mimpi.

Cerita yang diangkat mengisahkan seorang mahasiswa yang berjuang membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) demi tetap berkuliah dan menggapai cita-citanya. Produser teater, Hana, mengatakan isu tersebut dipilih karena relevan dengan kehidupan mahasiswa.  “Sebenarnya itu awalnya dari kita pengen majuin band dari UI ini sendiri namanya Juzer. Dan kita ngeliat lagu-lagu Juzer tuh relate banget sama mahasiswa. Aku juga pengen kita mahasiswa itu speak up soal UKT ini larinya ke mana dan ada transparansi yang jelas. Makanya acara ini dibuat untuk nyampein aspirasi, tapi dengan cara yang kreatif,” ujarnya.

Penampilan teater musikal “Aku, Kau, & Musik” di Makara Art Center, Universitas Indonesia, (DNK TV/Irkham Wildan)

Hana menjelaskan bahwa pertunjukan ini merupakan tugas akhir magang mahasiswa peminatan Stage Performing Arts setelah magang di Jakarta Movin, rumah produksi di balik musikal Petualang Sherina dan Senjata Duplikatnya Malik. Awalnya, ia tidak menyangka tugas akhir tersebut akan berkembang menjadi pertunjukan sebesar ini.

Aska, mahasiswa Aktuaria UI yang hadir sebagai penonton awalnya datang karena gemar menonton teater musikal dan penasaran dengan karya mahasiswa Promed. Namun, cerita tentang tokoh utama yang kesulitan membayar UKT justru membuatnya merasa terwakili. “Kita tahu UKT di kampus itu nominalnya gede banget dan berat banget. Jadi, aku lumayan relate sama ceritanya,” tuturnya 

Menurut Aska, pesan yang paling berkesan adalah perjuangan tokoh utama yang tidak mau mimpinya berhenti karena biaya kuliah. “Kalau ada teman-teman di luar sana yang mengalami situasi serupa, pasti ada jalannya untuk tetap bisa bayar. Apalagi kalau benar-benar ada niat dari hati dan semangat kuliah, pasti ada jalannya kalau mau usaha juga. Intinya jangan menyerah dan terus berusaha,” tutupnya.

Reporter ; Shafiyya Marella Dewi 

Juru Kamera ;  Irkham Wildan

Asisten Koordinator Liputan; Wirda Fitri Hadiati

Redaktur ; Aisyah Salsabila, Zaskia Nizwa, Raihan Al-Fathir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *