
Foto bersama pengurus organisasi mahasiswa internal Fdikom dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan usai prosesi pelantikan Ormawa masa bakti 2026 di Teater Lantai 2 Fdikom, Rabu (11/3). (DNK TV/Muhammad Haris)
Pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) masa bakti 2026 digelar pada Rabu (11/3) di Teater Lantai 2 Fdikom, UIN Jakarta. Kegiatan ini menandai dimulainya kepengurusan baru sekaligus memberikan legalitas bagi Ormawa untuk menjalankan berbagai program kerja.
Acara tersebut dihadiri oleh pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) Fdikom, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fdikom, serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di lingkungan Fdikom, bersama perwakilan dosen.
Rhazwa Ihsan Kamil selaku Ketua Umum HMPS Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) 2026, mengatakan pelantikan ini telah lama dinantikan sejak rangkaian pemilihan organisasi selesai pada Desember lalu. Menurutnya, pelantikan menjadi momen penting karena menandai dimulainya tanggung jawab resmi para pengurus.
“Sejujurnya dari awal Desember kita sudah sangat menantikan acara pelantikan ini. Kalau sudah terpilih tapi belum dilantik rasanya belum resmi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua SEMA Fdikom, Faiz Ahsan, menjelaskan bahwa pelantikan ini penting untuk memastikan setiap Ormawa memiliki legalitas dalam menjalankan program kerja. Ia menyebutkan, sejumlah organisasi sebenarnya telah mulai melaksanakan kegiatan, namun belum memiliki pengesahan secara resmi.
“Beberapa jurusan sudah mulai mengadakan program Ramadan, tetapi belum dilantik sehingga belum ada legalitas seperti surat dan hal lainnya,” kata Faiz.

Prosesi serah terima jabatan kepengurusan Ormawa Fdikom masa bakti 2026 dalam rangkaian pelantikan yang diselenggarakan oleh SEMA Fdikom. (DNK TV/Muhammad Haris)
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fdikom, Muhtadi, menilai organisasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam pengembangan mahasiswa. Menurutnya, Ormawa dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan dan mengasah berbagai keterampilan yang dibutuhkan di masyarakat.
“Organisasi ini sebenarnya laboratorium untuk belajar memimpin, mulai dari berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga berpartisipasi dalam berbagai program,” tuturnya.
Leave a Reply