
Diskusi dengan Empat Narasumber dan Satu Moderator berlokasikan di Jagakarsa, Jakarta Selatan (DNK TV/Irkham Wildan)
Kawal Keadilan menyelenggarakan ruang diskusi publik atas kejadian kekerasan Andrie Yunus, yang bertajuk “Ketika Kekerasan Menjadi Pesan Politik: Tentang Kasus Andrie Yunus dan Kekerasan Sistematik” pada Sabtu (18/4). Ruang diskusi ini sebagai bentuk dukungan penyelesaian persoalan Andrie Yunus, dihadiri berbagai narasumber, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum.
Koordinator Kawal Keadilan, Muhammad Fakhrurozi, menyampaikan bahwa forum ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif di tengah meningkatnya kekhawatiran publik. Ia menegaskan bahwa rasa takut adalah hal yang wajar, namun tidak boleh melumpuhkan. “Ketakutan itu bisa juga dilawan tidak dengan cara sendiri-sendiri, tapi terus berkolaborasi, solidaritas,” ujarnya.
Kekhawatiran tersebut menjadi relevan ketika melihat bagaimana kasus Andrie Yunus berkembang. Dari perspektif hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), kekerasan ini tidak dipandang sebagai insiden biasa. Muhammad Yahya Ihyaroza dari Divisi Hukum KontraS menilai bahwa peristiwa ini memiliki pola yang mengarah pada upaya pembungkaman terhadap gerakan kritis masyarakat sipil.

Pemaparan Diskusi oleh Yahya Selaku Narasumber Tentang Kasus Kekerasan Andrie Yunus di Jagakarsa, Jakarta Selatan (DNK TV/Irkham Wildan)
Yahya juga menyatakan bahwa pihak KontraS serta teman teman masyarakat sipil merasa ketidakseriusan peradilan militer dalam penanganan kasus justru membuka peluang terjadinya kekerasan serupa di masa depan. “Kejadian ini jika tidak diusut tuntas akan terjadi kejadian yang akan terus berulang,” ujarnya.
Selain bertukar gagasan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi bentuk memperkuat jejaring solidaritas masyarakat sipil dalam menghadapi pembungkaman dan ketidakadilan.
#DNKNews #KasusAndrieYunus #KawalKeadilan #KekerasanSistemik
Reporter; Radya Fahira Affandi
Juru Kamera; Irkham Wildan Zakaria
Asisten Koordinator Liputan; Wirda Fitri Hadiati
Redaktur; Aisyah Salsabila, Zaskia Nizwa, Raihan Al-Fathir
Leave a Reply