
Foto bersama dengan Muhammad Abu Al-Fath Al-Bayanuni di Ruang Teater Lantai 2 Fdikom (DNK TV/Nurin Najmah Rinjani)
Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk Transformasi Dakwah di Era Digital dengan tema “Perubahan Strategi Dakwah Di Tengah Perkembangan Teknologi Digital” yang berlangsung di Teater lt. 2 Fdikom UIN Jakarta, Senin (4/5). Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Abu Al-Fath Al-Bayanuni sebagai narasumber utama dari Kanada, serta dihadiri oleh Dekan Fdikom, Gun Gun Heryanto, jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa.
Kepala Program Studi Manajemen dan Dakwah, Amirudin, menegaskan bahwa pembahasan dakwah di era digital tidak bisa dilepaskan dari aspek metode dan kriteria Dai. Menurutnya, pemahaman tentang cara berdakwah yang tepat menjadi kunci utama dalam menyampaikan pesan keagamaan secara efektif.
“Hari ini tema seminar kita berkaitan dengan bagaimana cara berdakwah yang tepat, termasuk membahas kriteria atau siapa yang layak menjadi seorang Dai. Sebagaimana dijelaskan oleh Abu Fath al-Bayanuni, terdapat beberapa tahapan atau level dalam memahami aktivitas dakwah. Dalam hal ini, kita perlu membedakan antara ilmu dakwah dan cara berdakwah (ushul dakwah), di mana yang ditekankan adalah aspek metode atau cara penyampaiannya,” ungkap Amirudin.
Dalam kesempatan tersebut, seminar menyoroti pentingnya transformasi metode dakwah di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Diskusi yang berlangsung menekankan bahwa dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam terhadap metodologi dan pendekatan dakwah yang tepat.

Penyerahan Sertifikat kepada Muhammad Abu Al-Fath Al-Bayanuni (DNK TV/ Nurin Najmah Rinjani)
Dalam salah satu pendapat mahasiswa, dinyatakan bahwa keberhasilan dakwah di ruang digital sangat ditentukan oleh kreativitas dalam mengemas pesan agar mampu menarik perhatian audiens di tengah kompetisi konten yang sangat tinggi.
“Dakwah di platform digital itu penting, karena di antara banyaknya konten, pasti ada yang mencari sesuatu yang bermakna. Maka dakwah harus dikemas secara kreatif, misalnya melalui video pendek atau konten menarik,” ujar Sofwah.
Menanggapi dinamika tersebut, Amirudin menekankan pentingnya dua aspek utama dalam pengembangan dakwah digital. “Pertama, menyiapkan aspek penyampaian atau kemasan dakwah, yaitu bagaimana pesan disampaikan secara santun, moderat, dan komunikatif. Kedua, yang tidak kalah penting adalah membekali substansi atau isi dakwah, khususnya bagi para calon dai,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan harapannya agar para alumni tidak berhenti pada capaian saat ini, tetapi terus mengembangkan diri dan memperluas kontribusi di bidang dakwah melalui penguatan jejaring akademik.
“Pertama, pentingnya membangun jejaring akademik. Dalam hal ini, alumni Fakultas Dakwah, khususnya Program Studi Manajemen Dakwah, didorong untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di institusi tempat beliau berkiprah. Bahkan, beliau menyatakan kesediaannya untuk memberikan rekomendasi bagi alumni yang ingin melanjutkan studi,” tutur Amirudin.
Reporter ; Aniisah Luthfiah
Juru Kamera; Nurin Najmah
Koordinator Liputan; Aulia Azka
Redaktur; Aisyah Salsabila, Zaskia Nizwa, Raihan Al Fathir
Leave a Reply