DNK TV

Muda, Kreatif, Produktif

AIUA Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi Islam Untuk Perdamaian Global

Foto bersama Jusuf Kalla dan Pimpinan Perguruan Tinggi Islam Asia di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta (DNK TV/Irkham Wildan Zakaria) 

Asian Islamic Universities Association (AIUA) menggelar Seminar Internasional dan Rapat Umum ke-15 di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta pada Rabu (24/6). Kegiatan ini mengusung tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development”, sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan global. 

Forum ini merupakan agenda tahunan AIUA yang diselenggarakan secara bergilir di berbagai negara. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional, di antaranya mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, pimpinan perguruan tinggi Islam di kawasan ASEAN, serta jajaran rektorat dan sivitas akademika UIN Jakarta. Lebih dari sekadar forum tahunan, acara ini menjadi wadah kolaborasi akademik sekaligus wadah untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab berbagai tantangan global. 

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ali Munhanif mengatakan seminar ini bertujuan mendorong transformasi perguruan tinggi Islam di Asia agar mampu merespons berbagai tantangan global. “Kita meneruskan bagaimana melakukan semacam transformasi perguruan di Islam Asia, merespon berbagai tantangan yang tidak mudah saat ini. Khususnya perkembangan teknologi, krisis kemanusiaan, konflik, lalu kemudian perang regional, dan seterusnya,” ujar Ali. 

Dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi Islam bukan sekadar cita-cita, melainkan sebuah kebutuhan mendesak dan menjadi tanggung jawab bersama. “It’s testament  to our share conviction, that the transformation of Islamic Higher Education is not merely an aspiration, but an urgent and collective responsibility,” ucap Asep dalam pidatonya. 

 

Kedatangan Jusuf Kalla sebagai pembicara di Seminar Internasional dan Rapat Umum Ke-15 AIUA (DNK TV/Irkham Wildan Zakaria) 

Antusiasme terhadap forum ini juga disampaikan oleh mahasiswa Internasional Fakultas Sains dan Teknologi, Solahudin. Ia mengaku tertarik mengikuti seminar tersebut karena ingin mendengarkan secara langsung pengalaman Jusuf Kalla dalam menyelesaikan konflik dan membangun perdamaian. 

“Karena pak Jusuf Kalla, beliau adalah salah satu orang yang menyelesaikan konflik antara negara-negara di Asia yang ada di negara Iran dan negara saya juga, di Thailand Selatan itu ada di Patani, Patani itu orang Melayu karena dia mengatakan konfliknya di Patani, jadi saya mengatakan saya mau dengar apa yang dia bicarakan, jadi saya catat apa yang dia bicarakan,” ungkap Solahudin saat di wawancarai tim DNK TV.

Menutup rangkaian kegiatan, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam di Asia harus terus berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia, memperkuat solidaritas antarnegara, serta mendorong pembangunan global yang inklusif dan berkelanjutan. “I wish to affirm our fundamental conviction in a world growing ever more fragmented, Islamic education bears a profound moral responsibility, to be a force for peace, not a passive peace, not merely the absence of conflict, but an active speech, contracted to dialogue, justice, inclusion and deep respect for diversity,” tutur Asep dalam pidato nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *