
Press Conference yang menjadi pembuka rangkaian Main Event di pagi hari. (DNK TV/Azka Rizki Zidan)
LSPR Institute of Communication and Business dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-EXCL menyelenggarakan program kolaborasi bertajuk Lensa Sinema Melati, di Kampung Sinema, Kebon Melati, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6). Kegiatan ini dihadiri oleh Akademisi LSPR Institute of Communication and Business, Joe Harrianto Setiawan, dan Alexander Mamby Aruan, yang turut memberikan sambutan serta membuka acara puncak.
Ketua Komunitas Kampung Sinema, Ade Maulana Sidik penyampaikan bahwa program ini diadakan dalam rangka peningkatan awareness generasi muda terhadap filmmaking, “Senang sekali bisa bekerja sama dengan mahasiswa/i LSPR sebagai perwakilan anak muda yang memiliki kepedulian terhadap perfilman Indonesia. Kehadiran program ini menjadi langkah awal untuk mendekatkan anak-anak muda di Kampung Sinema dengan dunia film,” ujar Ade.
Sejalan dengan hal tersebut, Chrestella selaku Ketua Pelaksana Program Lensa Sinema Melati menyampaikan kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap karya film, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami proses kreatif dibalik produksi sebuah film.
“Sebagai mahasiswa, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar langsung melalui Lensa Sinema Melati agar peserta dapat memahami proses pembuatan film secara lebih dekat dan mendalam,” tutur Chrestella.

Sesi Penyerahan Modul & Peluncuran Website Kampung Sinema. (DNK TV/Azka Rizki Zidan)
Adapun rangkaian acara Pre to Post Event meliputi kampanye media sosial, workshop digital storytelling, perlombaan konten, konferensi pers, peluncuran website resmi Kampung Sinema, pameran (exhibition), panggung apresiasi seni budaya (Tari Betawi), hingga sesi bedah film bersama praktisi profesional.
Acara ini juga terintegrasi dengan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) Ke-4 mengenai pendidikan berkualitas. Tujuan program yang berfokus pada peningkatan awareness generasi muda terhadap, filmmaking. Melalui workshop, lomba kreasi konten, dan sesi bedah film, program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal dunia perfilman lebih dekat dan mulai mengambil langkah nyata dalam memajukan perfilman Indonesia.
Mengusung semangat “Muda Berkarya, Sinema Bersuara”, program Lensa Sinema Melati dihadirkan sebagai ruang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi, menyalurkan kreativitas, serta berkontribusi dalam memajukan perfilman Indonesia.
Menurut Chrestella, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap eksistensi Kampung Sinema sekaligus mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam berkarya. “Jadi harapannya Gen Z bisa lebih aware akan eksistensi Kampung Sinema, dan juga lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi dan kreativitas mereka,” pungkas Chrestella saat diwawancarai tim DNK TV.
Leave a Reply